EPISTEMOLOGI ; TRILOGI NALAR ISLAM

EPISTEMOLOGI ; TRILOGI NALAR ISLAM[1]
Muhammad Ramdhan[2]

big_thumb_657ad297e32ae7261d3770837ea83e2fEpistemologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membahas teori ilmu pengetahuan. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani,  episteme, yang berarti pengetahuan. Epistemologi menjangkau permasalahan-permasalahan yang metafisika, selain itu juga merupakan suatu yang sangat abstrak dan jarang dijadikan permasalahan ilmiah di dalam kehidupan sehari-hari.

Epistemologi Islam mengambil titik tolak Islam sebagai subyek untuk membicarakan Filsafat Pengetahuan, maka di satu pihak Epistemologi Islam berpusat pada Allah, dalam arti Allah sebagai sumber pengetahuan dan sumber segala kebenaran. Di lain pihak, Fisafat Pengetahuan Islam berpusat pula pada manusia, dalam arti manusia sebagai pelaku pencari pengetahuan (kebenaran). Di sini manusia berfungsi sebagai subyek yang mencari kebenaran. Baca lebih lanjut

Iklan

Peta Politik Umat Islam

~Sebuah Tinjauan Sosio-historis. Artikel ini merupakan dokumentasi pemikiran dan pengayaan materi “Teori Masyarakat, Relasi Antara Negara – Agama yang disampaikan oleh Syarifuddin Jurdi pada kegiatan Darul Arqam Paripurna DPD IMM Sulawesi Selatan 2015~

Dalam sebuah buku Ahmad Syafii Maarif mengungkapkan, dengan segala kewaspadaan kita agar persentase jumlah umat Islam di Indoensia tidak menurun, tetapi masalah peningkatan kualitas harus lebih diutamakan. Saat sensus 2010 dilakukan, jumlah warga negara Indonesia yang mengaku beraga Islam adalah 87,18 % dari total populasi. Namun peran politik umat Islam yang mayoritas diatas justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

“Potensi sebagai mayoritas selama ini tidak pernah utuh menjadi satu kesatuan bangunan apa pun. Kekuatan mayoritas ini masih sepenuhnya terserak menjadi serpihan-serpihan yang tak terberdayakan” (SM Edisi No. 01 Tahun ke-100)

Jika membuka sejarah, pemerintahan Soeharto yang menerapkan kebijakan represif terhadap Islam telah menjadi babak penting lahirnya peta politk baru bagi umat muslim, yang awalnya menghadapi sikap represif dan berdampak pada sikap politik dan M8Eun_k2mentalitas kaum Muslim Indonesia telah menjadi catatan sejarah yang menarik sejak setelah Soeharto menunaikan ibadah Haji dan disusul terbentuknya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).Bisa dibilang saat itu adalah masa keemasan proses politik umat Islam yang tentunya mengalami perubahan penting seiring pergantian waktu. Baca lebih lanjut