Me on Youtube :)

Kota Kenangan | Surabaya

IPFest 2016 | Jakarta

Monumen Nasional | Jakarta

fgdfg

 

Iklan

Generasi Qur’ani

Disebuah meja saya dapati buku “10 jurus dahsyat hafal Al Qur’an” karya Umar Al-Faruq, Lc yang memuat kisah inspiratif para santrinya. Seketika langsung teringat dengan keponakanku Mir’ah Tazkiah yg umurnya memasuki usia esempe. Kabarnya dia belajar di salah satu pondok pesantren di Sulawesi Tenggara. Terakhir saya bertemu mungkin 4tahun silam dan sekarang dia mulai muraja’ah. Wah, alhamdulillah smile emoticon

Bagi banyak orang, anak muda yang menghabiskan waktunya dalam mempelajari agama tidak memiliki masa depan yang baik. Jelas pandangan seperti ini keliru. Mereka pikir agama hanya untuk keperluan akhirat dan dunia hanya bisa diraih dengan ilmu pengetahuan dan kerja keras.

Ilustrasi

Ilustrasi

Bagi anak muda lainnya, menjadi santri adalah kesan yang buruk. Kolot dan miskin pergaulan. Memang benar, aktivitas di pesantren diatur dan serba ketat. Banyak mengkaji dan menghafal Al Qur’an. Pakaiañnya pun tidak mengikuti tren fasion sebagaimana anak muda di perkotaan.

Mestinya pribadi kita merasa malu kepada mereka (hafidz/dzah) yang menghafal banyak bahkan seluruh ayat Al Qur’an. Bukankah lebih baik dan khusyuk jika bacaan shalat kita panjang dan sempurna. Tentu kita akan lebih bersemangat beribadah khususnya qiyamulail.

Aku tak sabar ingin bertemu Mir’ah. Nanti saya goda dan uji wawasannya. Dulu waktu kecil aku panggil dia dengan sebutan “si botak” lantaran ibunya / kakakku sering menggunduli agar rambutnya tumbuh lebat. Yah, siapa sangka aku semakin tua dan Mir’ah sekarang sudah remaja dan semoga menjadi muslimah sejati.

Kakak Sombong

Karena terlalu cuek, katanya aku membuat banyak orang sakit hati. Setidaknya pengakuan itu disampaikan oleh adik di foto ini. Namanya aku lupa, yang jelasnya dia siswi SMK Negeri Pinrang yang sedang mengikuti program magang dikampusku.

“Kutau namanya pacarta kak, pernah saya liat potonya” ledeknya girang. Jika ketemu dikampus, pertanyaannya pasti diulang-ulang. “Ada betulan ga pacarta kak, bilang ki je” pintanya cerewet. Dan akupun tak bergeming cuek, pada akhir percakapan dia akan bilang “sombongnya je kak Ramdhan” pacman emoticon

Suatu hari saya kembali bertemu. Seperti biasa dia menyapa dengan maksud meledek. “Ciee kak Ramdhan sama ehemm ehemmm”, dan jika ditanya seperti itu aku jawab cukup dengan senyum ringkas. Hikhikiikkk
Tapi pagi ini, si adik cerewet ini semakin intensif dan agresif menggoda perhatianku dan akhirnya dia berhasil membuat aku tertawa, dan…

“Kamu itu hebat, kok bisa tau banyak tentang aku, kamu mata-mata kapang” aku memberi serangan balasan berharap dia shock dan tidak lagi mengira aku orangnya pendiam. “Satau sah kak, banyak informasi tentang kita” wah dalam hati saya terheran-heran. “Kok bisa” tanyaku penasaran.

“Itu kak toh, saya tau namanya pacarta karena ada fans ta pernah cerita sama saya” what? Aku semakin kebingungan. Tapi dasar anak remaja, tetap saja lugu dan tampak heboh. Rupanya dia sering “curhat” sama anak-anak mahasiswa. “Katanya dulu dia kagum sekali sama kita kak, tapi karena natau ada kak ehemm ehmmm jadinya nalupakan meki. Kita je disitu kalo lewat tidak mau senyum. Tidak mau juga bale’ bale’ seperti kalo terkunci lehernya” protesnya.

“Terimah kasih karena sudah jujur sama aku, nah sekarang saya minta foto ya. Sekalii saja” gombalku grin emoticon
Tak kusangka dia juga bisa malu dan menutupi wajahnya smile emoticon

#Selamat kamu terpilih sebagai manusia unik versi www.mrdhan.eordpress.com =D

#Selamat kamu terpilih sebagai manusia unik versi http://www.mrdhan.eordpress.com =D

Es buah dan segelas senyum

323560_1890728286546_493164669_oPuncak Mario, 16 Juli 2014 – 19 Ramadhan 1435 H

Seorang kawan begitu penasaran bertanya, “Kenapa ko dhan ? (dengan dialek bugis) Sudah seharian senyum-senyum terus”. “Tidak jie, tidak ada apa-apa” jawabku singkat. “Agh pasti ada apa-apa, ayo mengaku saja” desaknya sambil meledek. “Aii tidak apa-apa jie, saya suka es buah ini manis” balasku sambil menunjukkan segelas es buah.

Sore ini begitu berbeda, aku bersemangat dan merasa gembira. Kalau kemarin-kemarin banyak menghabiskan waktu dengan tidur siang karena sedang puasa, hari ini tidurnya hanya sekitar 15 menit saja, rekor positif di bulan Ramadhan ini. Wajah serius yang selalu tampak dingin kini berubah, senyum berseri dan riang gembira. “Ada apa gerangan ?” dalam hati aku penasaran juga 🙂

Yogyakarta Berhati Nyaman

Photo0264

Assalamu alaikum wr wb,

Sebulan yang lalu ketika melakukan perjalanan pulang dari Sumatera Utara, saya menyempatkan untuk berkunjung ke kota wisata Yogyakarta, perjalanan panjang dengan menantang pulau Jawa memberikan banyak pengalaman hidup. Iya, bagiamana tidak hidup di pulau Jawa tidaklah semudah hidup dikampung halaman. Penduduk yang padat dan aktivitas yang sibuk menjadi pemandangan biasa di beberapa kota besar yang sempat saya kunjungi seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Tulisan ini akan sedikit memberikan gambaran kota Yogya berdasarkan pengalaman dan beberapa sumber lainnya.

Photo0277Siapapun tentu mengenal Yogyakarta, kota pelajar dan budaya yang berada di tengah pulau Jawa. Yogakarta adalah ibukota DIY yang ternyata satu-satunya daerah tingkat II yang berstatus kota. Untuk berkunjung ke kota ini kita bisa menempuh penerbangan lewat bandara Adi Sucipto, juga bisa dengan kereta api jika kita berdomisili di daerah Jawa. Tapi ketika kesana, saya bersama teman-teman memilih menggunakan Bus darat lewat jalur pantura yang berangkat dari Terminal Pulo Gadung Jakarta. Berikut menu jalan-jalan yang menurut saya menarik jika anda bermaksud berkunjung ke Yogyakarta ; Baca lebih lanjut

Miss you DAD

Jam menunjukkan pukul enam lewat empat puluh menit. Pagi ini matahari hanya mengintip dibalik awan putih yang tebal. Sementara mobil dan motor meraung-raung disepanjang jalan Veteran dan Karaeng Burane, burung Gereja ramai berkicau dipuncak gedung-gedung perkantoran yang lengang.

Hari ini hari senin, hari kemalasan sedunia. Pagi ini akan diadakan upacara bendera, wah begitu menegangkan. Tampak didepan gerbang sekolah pak Satpam mulai menutup pintu pagar. Suasana bertambah tegang saat terdengar suara pembina upacara. Aduuh., saya telat kesekolah.

Untungnya saya masih dipersilahkan masuk, mungkin karena diantar oleh bapak yang berseragam “Hansip”
Dengan gembira saya berlari menuju kelas, menyimpan tas dan merapikan seragam putih biru. Agh malangnya., dasi kupu-kupu biru-ku tertinggal dirumah. Suasana kembali menegangkan, seusai upacara pasti kena razia guru.