Advokasi Berbasis Gender

DSC02694

Keterangan Foto: Penulis pada sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh badan pengendalian penduduk dan keluarga berencana kota Parepare

Judul diatas adalah salah satu materi yang disampaikan pada forum pendidikan khusus IMMawati oleh PC IMM Sidenreng Rappang. Dalam kesempatan tersebut penulis menyampaikan beberapa hal yang berkenaan dengan isu-isu Gender. Bahwa realitasnya perempuan sering berada dibawah subordinasi kuasa laki-laki. Dalam kehidupan bernegara misalnya perempuan dianggap sebagai warga negara kelas kedua. Umumnya, perempuan menjadi pihak yang dikorbankan dan dimarginalisasi pada bidang ekonomi, sosial, politik, maupun hukum. Begitupun kita sering saksikan perempuan sering jadi korban kekerasan baik secara verbal (fisik) maupun non verbal (psikis).

Baca lebih lanjut

Iklan

Parepare Membangun Dunia

img_20170224_094327Parepare tengah memperingati hari jadi yang ke-57 dengan suasana yang meriah. Pemerintah kota menggelar acara pameran dengan mendatangkan artis ibu kota disambut antusias oleh Masyarakat kota Parepare.

Sejumlah peresmian proyek prestisius juga menjadi agenda peringatan Hari Ulang Tahun Parepare (22/2/2017) sekaligus menjadi bukti bahwa kota kelahiran Habibie ini terus berbenah untuk maju. Dari sekian banyak pembangunan dan penghargaan yang diperoleh pemerintah, tidak sedikit pula opini yang sangsi dan memberikan pandangan negatif.

Terlalu banyak cerita mengenai Kota Parepare dan dinamikanya, namun bagi penulis sangat sedikit yang mau bercerita apa adanya. Komentar-komentar yang bertebaran di media sosial misalnya, tidak bijak jika diambil sebagai rujukan untuk mengukur sejauh mana capaian pembangunan kota Parepare. Baca lebih lanjut

Kepemimpinan Revolusioner dan Filsafat Plato

Lokasi : Medan Mall

Lokasi : Medan Mall

Kepemimpinan tentunya senantiasa ada didekat kita sebagai makhluk social. Sebuah komunitas bagaimana dan apapun bentuknya, formal atau tidak pasti ada system kepemimpinan didalamnya. Apalagi dalam organisasi kemahasiswaan, kepemimpinan adalah ruh berjalannya organisasi termasuk dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Kepemimpinan itu sendiri dalam bahasa inggris, lead yang berarti tuntun. Artinya, dalam kepemimpinan ada dua pihak yang dipimpin (anggota organisasi) dan yang memimpin (pimpinan organisasi). Sementara, kepemimpinan “Leadership” berarti kemampuan dan kepribadian seseorang dalam mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan untuk mencapai tujuan bersama. (Baca : Kepemimpinan Sepanjang Zaman)

Bagaimana pula dengan kepemimpinan revolusioner? Banyak yang menganggap istilah revolusioner adalah asing dan itulah yang memotivasi penulis untuk sedikit mengulasnya disini. Tentu kita mengenal presiden Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno sangat sering mengeluarkan istilah ini lewat pidato-pidatonya, bahkan ada jargonnya yang terkenal yakni memusuhi orang-orang yang kontra revolusi. Apakah Revololusioner itu? Baca lebih lanjut

Peta Politik Umat Islam

~Sebuah Tinjauan Sosio-historis. Artikel ini merupakan dokumentasi pemikiran dan pengayaan materi “Teori Masyarakat, Relasi Antara Negara – Agama yang disampaikan oleh Syarifuddin Jurdi pada kegiatan Darul Arqam Paripurna DPD IMM Sulawesi Selatan 2015~

Dalam sebuah buku Ahmad Syafii Maarif mengungkapkan, dengan segala kewaspadaan kita agar persentase jumlah umat Islam di Indoensia tidak menurun, tetapi masalah peningkatan kualitas harus lebih diutamakan. Saat sensus 2010 dilakukan, jumlah warga negara Indonesia yang mengaku beraga Islam adalah 87,18 % dari total populasi. Namun peran politik umat Islam yang mayoritas diatas justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

“Potensi sebagai mayoritas selama ini tidak pernah utuh menjadi satu kesatuan bangunan apa pun. Kekuatan mayoritas ini masih sepenuhnya terserak menjadi serpihan-serpihan yang tak terberdayakan” (SM Edisi No. 01 Tahun ke-100)

Jika membuka sejarah, pemerintahan Soeharto yang menerapkan kebijakan represif terhadap Islam telah menjadi babak penting lahirnya peta politk baru bagi umat muslim, yang awalnya menghadapi sikap represif dan berdampak pada sikap politik dan M8Eun_k2mentalitas kaum Muslim Indonesia telah menjadi catatan sejarah yang menarik sejak setelah Soeharto menunaikan ibadah Haji dan disusul terbentuknya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).Bisa dibilang saat itu adalah masa keemasan proses politik umat Islam yang tentunya mengalami perubahan penting seiring pergantian waktu. Baca lebih lanjut

Habibie si Anak Parepare

Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (73 tahun) merupakan pria Pareare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Masa-masa kecilnya sejak berusia 9 tahun silam di habiskan di kota Parepare sehingga tidak bisa melupakan makanan khas seperti “bale lajang gappo” (Sumber : Kabarsulawesi)

Peringatan Hari Lahir Pancasila

Sumber gambar : palingindonesia.com

Pendidikan dan Karir
Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.

Pak Habibie melanjutkan program doktoral setelah menikahi teman SMA-nya, Ibu Hasri Ainun Besari pada tahun 1962. Bersama dengan istrinya tinggal di Jerman, Habibie harus bekerja untuk membiayai biaya kuliah sekaligus biaya rumah tangganya. Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude. Baca lebih lanjut

Taqwa dan Pilpres 2014

Debat-Final-Capres-Cawapres-nihHari ini adalah hari yang penting, masyarakat Indonesia akan mengikuti Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014. Pemilu yang akan mengantarkan bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik dengan memilih pemimpin dan kepala negara. Tak kalah penting adalah, karena hari juga masih dalam suasana bulan suci Ramadhan 1435 H. Dimana bulan Ramadhan menjadi bulan kemenangan umat Islam.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (2 : 183) – Perintah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Sementara pengertian taqwa yang dimaksud adalah takut kepada Allah semata. Dalam istilah bugis bisa disebut matike’ atau teliti. Harapan kita bersama dengan menjalan ibadah dengan sebaik-baiknya maka akan terbangun pribadi yang bertakwa.

Dalam hubungannya dengan pilpres 2014, sangatlah penting untuk menggunakan “kacamata” taqwa dalam memilih Imam bangsa ini. Memilih calon Presiden dan Wakil Presiden dengan senantiasa takut kepada Allah, Teliti melihat jejak rekam dan kemampuan kandidat yang akan dipilih.Pemimpin yang dapat mengayomi dan memberikan perlindungan kepada umat dan bangsa Indonesia.

Dalam sejarah perjalanan Islam, Rasulullah banyak menghadapi peristiwa penting dalam bulan Ramadhan, juga memenangkan perang besar dalam bulan Ramadhan. Kita juga berharap semoga Pilres tahun ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan dapat menjadi bulan kemenangan umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia. Caranya hanya satu yakni, memilih dengan senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT.

Revolusi Sosial dari Wacana ke Wacana

Ditulis oleh dhant

revolution1Sri baginda, itu bukan pemberontakan, itu revolusi!
(Hertog de la Rochefoucauld Liancourt)

Dua hal untuk membuat revolusi; massa yang tidak puas
dan suatu elit yang berkepala batu

(Chalmers Johnson)
Sungguh mati, selama kamu, rakyat Hindia, tidak punya keberanian, kamu pasti akan selalu diinjak dan disebut sebagai seperempat manusia
(Marco Kartodikromo)

Jika kita merunut sejumlah teori yang membahas mengenai revolusi , paling tidak ada tiga pendekatan yang menonjol, yakni, teori agregat psikologis yang berupaya menjelaskan revolusi, melalui konsep motivasi psikologis rakyat untuk melibatkan diri ke dalam kekerasan politik atau untuk bergabung dalam gerakan oposisi, kedua adalah teori konsensus sistem atau nilai yang berupaya menjelaskan revolusi sebagai respon kekerasan dari gerakan ideologis terhadap ketimpangan yang hebat dalam sistem sosial dan kemudian yang ketiga, teori konflik politik, yang menyatakan bahwa konflik yang terjadi antara pemerintah dengan berbagai kelompok yang terorganisir yang memperebutkan kekuasaan haruslah menjadi pusat perhatian dalam setiap upaya menjelaskan kekerasan kolektif dan revolusi . Dalam konteks teori agregat psikologis, ada banyak ilmuwan yang memberikan sumbangan bermakna, khususnya menyangkut mengenai apa yang memotivasi sekelompok orang untuk melibatkan diri ke dalam kekerasan. Baca lebih lanjut