PTM dan Tantangan Kaderisasi IMM

“Jangan tumbuh anggapan, Muhammadiyah menjadi rutin dan mandeg karena sibuk mengurus amal usaha. Apalah artinya Muhammadiyah tanpa amal usaha dan jangan kira mendirikan, mengelola, dan mengembangkan amal usaha itu gampang. Karenanya, bagaimana merevitalisasi amal usaha sehingga makin berkualitas dan berkeunggulan serta memberi manfaat bagi kemajuan persyarikatan dan berbuah kebaikan untuk kehidupan orang banyak. Syaratnya, hindari konflik dan rebutan amal usaha” ~Dr. H. Haidar Nashir, M.Si~

Tentu judul tulisan diatas tidaklah berlebihan jika melihat pelbagai masalah yang menghampiri Persyarikatan Muhammadiyah yang usianya memasuki abad kedua. Setidaknya hal demikian juga diungkapkan oleh Haidar Nashir lewat majalah Suara Muhammadiyah Edisi 22 November Tahun 2014. Menurutnya, Muhammadiyah mampu bertahan dan berkembang melewati satu abad antara lain karena memiliki inner dynanimcs. Yakni kekuatan dari dalam yang melekat pada dirinya. Tentu dalam hal ini kaderisasi merupakan salah satunya. Namun jika kaderisasi Muhammadiyah menemui sejumlah persoalan, disinilah penting untuk mengatakan “Selamatkan Kaderisasi Muhammadiyah”.

sadDinamika yang disebutkan oleh penulis diatas memang telah menyertai keberlangsungan Persyarikatan Muhammadiyah hingga saat ini. Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan tahun 1912 silam misi utamanya adalah menghimpun anggota untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad lewat prinsip Al-ruju’ ila Al-Qur’an wa Al-Sunnah. Bagi beberapa orang mungkin akan melihat Muhammadiyah sebatas organisasi Islam. Tapi sesungguhnya lebih dari itu, Muhammadiyah adalah gerakan Islam dengan semangat wasathiah (moderat). Muhammadiyah tidak saja berdakwah dalam wilayah aqidah, ibadah dan akhlaq, tapi juga muamalah duniawiah. Muhammadiyah mendirikan lembaga-lembaga sosial, kesehatan dan pendidikan. Salah satu Amal Usaha Muhammadiyah yang perkembangannya terbilang pesat adalah Perguruan Tinggi dengan berbagai tantangannya. Baca lebih lanjut

Iklan

Mengkritik IMM ; Anak Manja Muhammadiyah

*Potret IMM di kampus UMPAR

325508_3534983783831_617150731_oTulisan ini berangkat dari sebuah kelompok mahasiswa yang membincang pergerakan mahasiswa Islam yang menurut mereka tidak produktif dalam menjalankan amanah dakwah. Mereka menganggap sebuah kesia-siaan jika sebuah organisasi Islam sibuk melaksanakan kaderisasi namun hasilnya tidak berbanding lurus dengan kualitas yang diharapkan, yang mereka maksud adalah kaderisasi di Universitas Muhammadiyah Parepare. Saat mereka memperdebatkan tema diatas, penulis sebagai pendamping hanya menyimak dan memberikan arahan setelahnya. Terus terang penulis merasa senang menghadapi mahasiswa-mahasiswa yang kritis, mereka yang berani dan punya pemikiran yang merdeka. Hal itu penulis tunjukkan dengan tidak menyela perdebatan meski pembahasannya kurang relevan dengan materi yang semestinya dibahas.

Baca lebih lanjut

Dakwah Berbasis Teknologi Infomasi

Quran-Beautiful-WallpaperPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan pada dunia termasuk peran agama. Islam adalah agama yang selalu relevan di setiap masa dan tempat (Shalih likulli zaman wa makan). Umat Islam selalu ditantang bagaimana mensintesakan keabadian wahyu dengan kesementaraan zaman. Teknologi Informasi merupakan salah satu terobosan peradaban yang meghadirkan media baru dalam penyebaran informasi dan pengetahuan.

Perkembangan informasi dan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berdakwah, sebagai respon aktif dan kreatif umat Islamterhadap perkembangan zaman. Dakwah berbasis TI perlu dikembangkan karena dapat dilakukan melintasi batas ruang dan waktu serta memiliki cakupan geografis yang lebih luas bila dibandingkan dengan dakwah konvensional. Baca lebih lanjut

Maba Effect

fokus (66)Halo sahabat, sekarang ini bulan Agustus, dikampusku bertepatan dengan awal-awal semester dan juga momen penerimaan mahasiswa baru. Saya yakin dikampus kalian juga sama, tahun ajaran baru berarti kita akan berganti semester dan akan ada mahasiswa baru alias maba. Saat ini juga, saya tengah mengejar jadwal ujian akhir. Insya Allah kalau di ridhoi saya akan ikut wisuda Oktober mendatang, doakan saya ya :).

Kesempatan ini saya mau berbagi cerita tentang mahasiswa baru, kebetulan tadi dapat ide waktu ke kampus dan terlibat diskusi dengan panitia PESMA. Di kampus saya, Universitas Muhammadiyah Parepare. PESMA adalah singkatan dari Pesantren Mahasiswa yang merupakan kegiatan awal yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru. Konsepnya sama dengan orientasi-orientasi pengenalan kampus pada umumnya, yang membedakan adalah metodologi yang digunakan dan penekanannya lebih banyak ke nilai Al Islam. Sekedar informasi, meskipun kampus kami bukan kampus Islam, tapi visinya menjadi “kampus Islami” karena memang berada dibawah naungan ormas Islam besar yakni Muhammadiyah. Baca lebih lanjut

Merah Hitam itu Revolusioner

Flag_of_Anarcho_syndicalismEnam tahun sudah saya menjadi “makhluk” kampus, dan enam tahun yang lalu ketika saya menginjakkan kaki ditempat yang disebut “kampus”, saya disambut dengan banyak ide-ide “anarkis”. Saya banyak berkenalan dengan orang-orang yang merasa kehilangan kemerdekaan dan memilih jalan “anarkis”. Saya pun banyak terlibat dalam banyak peristiwa-peristiwa yang mempertontonkan ketidakadilan. Banyak adegan dramatis tentang bagaimana penguasa berlaku semena-mena kepada pihak yang tidak berdaya. Dan satu-satunya jalan untuk menjadi pihak yang berkuasa adalah, jangan pernah mau diperlakukan semena-mena.

Menjadi menang tentu bukan pekerjaan yang mudah, harus ada perjuangan, pengorbanan. Saya muak dengan sikap berleha-leha. Tunduk tertindas dan menyerah pada keadaan, membiarkan hegemoni penguasa semakin menjadi-jadi. Dalam konteks kampus, dinamika kepemimpinan sangat kompleks dan menjadi ikustrasi kehidupan yang multi kompleks. Hal itulah yang menicayakan mahasiswa mesti mampu berfikir kritis dalam menyikapi persoalan-persolan.

Bagi penulis, satu hal yang sederhana dan penting untuk dimiliki oleh mahasiswa adalah berfikir kritis. Kenapa harus berfikir kritis? Berfikir adalah kemerdekaan hakiki yang dianugrahkan tuhan kepada manusia, dan jika cara berfikir kita terjajah, itu artinya kita akan terjajah dalam realitas. Berfikir kritis dan keberanian menggugat opini public, terus-menerus melakukan perubahan meski dimulai dari hal-hal terkecil.

Berfikir kritis adalah paket dari idealism, idealism yang hingga saat ini menjadi “branding” yang dilekatkan pada kelompok mahasiswa tentunya memiliki syarat. Tidak semua mahasiswa memiliki idealism, bahkan kebanyak dari mereka meilih memupuk pragmatism. Idealism-lah yang menjadikan mahasiswa sebagai dewa pembela kebenaran. Manusia-manusia yang siap menantang para penguasa yang semena-mena, syaratnya sederhana yakni ; berfikir kritis. Tapi jangan salah, berfikir kritis juga bukan pekerjaan yang muda. Freud menyebutnya sebagai sebuah proses yang panjang, mesti diupayakan lewat usaha-usaha yang konsisten.

Tapi apa daya, penguasa tetap berjaya menjajah cara berfikir kita. Janganlah berbicara tentang berfikir kritis, lihat saja kalian yang anti kritik. Hahahaa terus sebentar lagi saya manjadi sarjana, saya takut nanti berkhianat dalam kompradasi penguasa.

Profil “Mahasiswa UMPAR”

uGroup ini dibuat sejak tahun 2010, bermula pada saat penyelenggaraan PILPRESMA BEM UMPAR (Pemilihan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare). Atas inisiatif admin #Muhammad Ramdhan yang juga sebagai sekretaris partai salah satu peserta Pemilu Raya Kampus, bermaksud menjadikan wadah ini sebagai ajang kampannye dan sosialisasi bakal calon yang akan diusung.

Awalnya group ini bernama “ALMAMATER BIRU” yang diadopsi dari nama partai “Aliansi Mahasiswa Mandiri dan Tercerahkan”. Karena dianggap tidak mengakomodir seluruh aspirasi mahasiswa dan pendukung partai mahasiswa lainnya, maka diubahlah nama group menjadi “BEM UMPAR” pada tahun 2011 dengan maksud agar forum ini menjadi corong aspirasi dan media sosialisasi pengurus BEM kepada seluruh mahasiswa UMPAR. Mengingat pada saat itu admin / pendiri juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BEM UMPAR Periode 2010-2011.

Seiring dengan pesatnya dinamika media sosial, group ini juga tidak sedikit mendapat sikap protes dan penolakan atas aturan dan fungsinya, meskipun sebenarnya group ini tidak terdaftar secara resmi pada institusi kampus maupun lembaga kemahasiswaan. Perlu diingat bahwa kehadiran group ini hanyalah sekedar pemanfaatan media teknologi informasi dan juga wadah konsolidasi dan silaturahmi civitas kampus biru. Singkatnya, admin berharap group ini menjadi parameter demokratisasi dalam kampus Universitas Muhammadiyah Parepare.

Hingga tahun 2012, nama group kembali mengalami perubahan menjadi “MAHASISWA UMPAR” hingga saat ini yang jumlah membernya terus bertambah dan tetap selektif. Sekedar informasi, beberapa member yang keluar dan tidak sepakat dengan aturan group MAHASISWA UMPAR, memilih membuat group lain seperti :

Group MAHASISWA UMPAR Jilid II
Group MAHASISWA UMPAR Cinta Kampus Biru
Group MAHASISWA UMPAR Jilid III , dan mungkin masih ada yang lain.

Salam Damai @dmin

https://www.facebook.com/groups/kampusislami/

Pendidikan Itu Penting

Pendidikan Formal, Sempat belajar  di Taman Kanak-kanak (TK) DDI Al-Ikhsan Parepare – SD Negeri 37 Parepare – SMP Negeri 01 Parepare – SMK Negeri 2 Parepare Jurusan Teknik Audio Vidio – Telah menyelesaikan studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Parepare dan juga masih terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling Islam dikampus yang sama. Selain pendidikan formal, saya juga bergabung dalam beberapa lembaga kemahasiswaan. Karena pendidikan itu penting !

Organisasi, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris (HMJ BI) atau biasa kami sebut English Department Student Association (EDSA) UMPAR Tahun 2009-2010 – Ketua Umum Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan UMPAR (PIKOM IMM FKIP) Tahun 2010-2011 – Sekretaris Jendral (Sekjend) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (BEM UMPAR) Tahun 2010-2011 – Sekarang berjuang bersama Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Parepare – Serta bergiat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Pena Universitas Muhammadiyah Parepare

BEM UMPAR (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare), adalah lembaga internal kampus yang berfungsi sebagai perwakilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare. Ketua Bem disebut Presiden mahasiswa yang dibantu oleh menteri yang membawahi Bem Fakultas yang ada di kampus. Jabatan terakhir saya selaku pengurus BEM UMPAR adalah Sekretris Jendral untuk masa bakti 2010-2011. Untuk lebih mengenal BEM UMPAR klik disini.

EDSA (English Department Student Association), adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan untuk tingkat Program Studi pendidikan bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare, organisasi untuk pengembangan disiplin ilmu dan menjadi perwakilan mahasiswa di tingkat jurusan. Kegiatan yang digiatan adalah pengembangan keterampilan berbahasa Inggris lewat program-program kreatif seperti meeting dan English Camp. Jabatan terkhir saya selaku ketua umum untuk masa bakti 2009-2010.Untuk lebih mengenal EDSA klik disini.

PENA, adalah Unit Kegiatan Mahasiswa Pers Pena yang berbentuk organisasi penyaluran/pengembangan minat dan bakat khususnya dalam hal jurnalisme pada mahasiswa. setelah mengikuti workshop pada tahun 2008, saya bersama beberapa mahasiswa lainnya mulai merintis Ukm ini sehingga resmi berdiri olah SK Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare pada tahun 2011. selaku pendiri tidak lagi menjabat sebagai pengurus dan mengamanahkan organisasi ini untuk dikelola oleh mahasiswa semester aktif. Terakhir saya dipercayakan sebagai anggota dewan pembina dalam organisasi ini. Untuk lebih mengenal UKM PERS PENA klik disini.

IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) ialah organisasi mahasiswa Islam di Indonesia yang memiliki hubungan struktural dengan organisasi Muhammadiyah dengan kedudukan sebagai organisasi otonom. Memiliki tujuan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Keberadaan IMM di perguruan tinggi Muhammadiyah telah diatur secara jelas dalam qoidah pada bab 10 pasal 39 ayat 3: “Organisasi Mahasiswa yang ada di dalam Perguruan Tinggi Muhammadiyah adalah Senat Mahasiswa dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)”. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didirikan di Yogyakarta pada tangal 14 Maret 1964, bertepatan dengan tanggal 29 Syawwal 1384 H. Pendiri IMM adalah Djazman al Kindi, Rosyad saleh, Yahya muhaimin dan Amien Rais. Untuk lebih mengenal IMM klik disini