EPISTEMOLOGI ; TRILOGI NALAR ISLAM

EPISTEMOLOGI ; TRILOGI NALAR ISLAM[1]
Muhammad Ramdhan[2]

big_thumb_657ad297e32ae7261d3770837ea83e2fEpistemologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membahas teori ilmu pengetahuan. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani,  episteme, yang berarti pengetahuan. Epistemologi menjangkau permasalahan-permasalahan yang metafisika, selain itu juga merupakan suatu yang sangat abstrak dan jarang dijadikan permasalahan ilmiah di dalam kehidupan sehari-hari.

Epistemologi Islam mengambil titik tolak Islam sebagai subyek untuk membicarakan Filsafat Pengetahuan, maka di satu pihak Epistemologi Islam berpusat pada Allah, dalam arti Allah sebagai sumber pengetahuan dan sumber segala kebenaran. Di lain pihak, Fisafat Pengetahuan Islam berpusat pula pada manusia, dalam arti manusia sebagai pelaku pencari pengetahuan (kebenaran). Di sini manusia berfungsi sebagai subyek yang mencari kebenaran. Baca lebih lanjut

Iklan

PTM dan Tantangan Kaderisasi IMM

“Jangan tumbuh anggapan, Muhammadiyah menjadi rutin dan mandeg karena sibuk mengurus amal usaha. Apalah artinya Muhammadiyah tanpa amal usaha dan jangan kira mendirikan, mengelola, dan mengembangkan amal usaha itu gampang. Karenanya, bagaimana merevitalisasi amal usaha sehingga makin berkualitas dan berkeunggulan serta memberi manfaat bagi kemajuan persyarikatan dan berbuah kebaikan untuk kehidupan orang banyak. Syaratnya, hindari konflik dan rebutan amal usaha” ~Dr. H. Haidar Nashir, M.Si~

Tentu judul tulisan diatas tidaklah berlebihan jika melihat pelbagai masalah yang menghampiri Persyarikatan Muhammadiyah yang usianya memasuki abad kedua. Setidaknya hal demikian juga diungkapkan oleh Haidar Nashir lewat majalah Suara Muhammadiyah Edisi 22 November Tahun 2014. Menurutnya, Muhammadiyah mampu bertahan dan berkembang melewati satu abad antara lain karena memiliki inner dynanimcs. Yakni kekuatan dari dalam yang melekat pada dirinya. Tentu dalam hal ini kaderisasi merupakan salah satunya. Namun jika kaderisasi Muhammadiyah menemui sejumlah persoalan, disinilah penting untuk mengatakan “Selamatkan Kaderisasi Muhammadiyah”.

sadDinamika yang disebutkan oleh penulis diatas memang telah menyertai keberlangsungan Persyarikatan Muhammadiyah hingga saat ini. Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan tahun 1912 silam misi utamanya adalah menghimpun anggota untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad lewat prinsip Al-ruju’ ila Al-Qur’an wa Al-Sunnah. Bagi beberapa orang mungkin akan melihat Muhammadiyah sebatas organisasi Islam. Tapi sesungguhnya lebih dari itu, Muhammadiyah adalah gerakan Islam dengan semangat wasathiah (moderat). Muhammadiyah tidak saja berdakwah dalam wilayah aqidah, ibadah dan akhlaq, tapi juga muamalah duniawiah. Muhammadiyah mendirikan lembaga-lembaga sosial, kesehatan dan pendidikan. Salah satu Amal Usaha Muhammadiyah yang perkembangannya terbilang pesat adalah Perguruan Tinggi dengan berbagai tantangannya. Baca lebih lanjut

Kepemimpinan Revolusioner dan Filsafat Plato

Lokasi : Medan Mall

Lokasi : Medan Mall

Kepemimpinan tentunya senantiasa ada didekat kita sebagai makhluk social. Sebuah komunitas bagaimana dan apapun bentuknya, formal atau tidak pasti ada system kepemimpinan didalamnya. Apalagi dalam organisasi kemahasiswaan, kepemimpinan adalah ruh berjalannya organisasi termasuk dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Kepemimpinan itu sendiri dalam bahasa inggris, lead yang berarti tuntun. Artinya, dalam kepemimpinan ada dua pihak yang dipimpin (anggota organisasi) dan yang memimpin (pimpinan organisasi). Sementara, kepemimpinan “Leadership” berarti kemampuan dan kepribadian seseorang dalam mempengaruhi serta membujuk pihak lain agar melakukan tindakan untuk mencapai tujuan bersama. (Baca : Kepemimpinan Sepanjang Zaman)

Bagaimana pula dengan kepemimpinan revolusioner? Banyak yang menganggap istilah revolusioner adalah asing dan itulah yang memotivasi penulis untuk sedikit mengulasnya disini. Tentu kita mengenal presiden Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno sangat sering mengeluarkan istilah ini lewat pidato-pidatonya, bahkan ada jargonnya yang terkenal yakni memusuhi orang-orang yang kontra revolusi. Apakah Revololusioner itu? Baca lebih lanjut

Melacak Relevansi Akal dengan Al Qur’an

Quran2Al Qur’an yang dijadikan pedoman bagi umat Islam hari ini banyak diperhadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar sekularisme, lebih terkhusus lagi diseputaran muslim kampus. Yakni relevansinya dengan konteks keduniawiaan manusia yang bersifat dinamis. Bahkan ada pemikiran yang berkembang menilai konteks yang diceritakan dalam Al Qur’an tidak sesuai lagi dengan kebutuhan manusia kontemporer.

Sikap kritis seperti diatas tidak lahir tanpa alasan, tapi atas refleksi mereka melihat kondisi Islam yang terbelakang khususnya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini juga telah diungkapkan dengan jujur oleh banyak tokoh barat, sebut saja Samuel P.Huntinton yang menguraikan dengan gamblang bagaimana dunia barat memiliki ambisi yang kuat untuk menaklukkan Islam lewat berbagai macam perang. (Baca : Perang Pemikiran).

Respon yang lahir dari Islam sendiri sangat beragam, ada yang mengambil sikap inferior dengan mengabaikan kompleksitas persoalan manusia dan memilih berkhidmat pada persoalan yang transenden. Ada juga kelompok yang mencoba liberatif dengan berupaya mengeluarkan Islam dari ritus dan kejumudan. Hal itu yang menjadi semangat pembaharuan Islam seperti yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Kesadaran untuk memajukan Islam lewat Ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dapat dilihat lewat ungkapan salah seorang tokoh pembaharu Muhammad Abduh, bahwa “Al Islam mahjubun bi I-Muslimin” (Islam tertutup oleh perbuatan yang dilakukan karena ketidakmampuan orang muslim itu sendiri).

Peta Politik Umat Islam

~Sebuah Tinjauan Sosio-historis. Artikel ini merupakan dokumentasi pemikiran dan pengayaan materi “Teori Masyarakat, Relasi Antara Negara – Agama yang disampaikan oleh Syarifuddin Jurdi pada kegiatan Darul Arqam Paripurna DPD IMM Sulawesi Selatan 2015~

Dalam sebuah buku Ahmad Syafii Maarif mengungkapkan, dengan segala kewaspadaan kita agar persentase jumlah umat Islam di Indoensia tidak menurun, tetapi masalah peningkatan kualitas harus lebih diutamakan. Saat sensus 2010 dilakukan, jumlah warga negara Indonesia yang mengaku beraga Islam adalah 87,18 % dari total populasi. Namun peran politik umat Islam yang mayoritas diatas justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

“Potensi sebagai mayoritas selama ini tidak pernah utuh menjadi satu kesatuan bangunan apa pun. Kekuatan mayoritas ini masih sepenuhnya terserak menjadi serpihan-serpihan yang tak terberdayakan” (SM Edisi No. 01 Tahun ke-100)

Jika membuka sejarah, pemerintahan Soeharto yang menerapkan kebijakan represif terhadap Islam telah menjadi babak penting lahirnya peta politk baru bagi umat muslim, yang awalnya menghadapi sikap represif dan berdampak pada sikap politik dan M8Eun_k2mentalitas kaum Muslim Indonesia telah menjadi catatan sejarah yang menarik sejak setelah Soeharto menunaikan ibadah Haji dan disusul terbentuknya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).Bisa dibilang saat itu adalah masa keemasan proses politik umat Islam yang tentunya mengalami perubahan penting seiring pergantian waktu. Baca lebih lanjut

Dakwah Berbasis Teknologi Infomasi

Quran-Beautiful-WallpaperPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan pada dunia termasuk peran agama. Islam adalah agama yang selalu relevan di setiap masa dan tempat (Shalih likulli zaman wa makan). Umat Islam selalu ditantang bagaimana mensintesakan keabadian wahyu dengan kesementaraan zaman. Teknologi Informasi merupakan salah satu terobosan peradaban yang meghadirkan media baru dalam penyebaran informasi dan pengetahuan.

Perkembangan informasi dan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berdakwah, sebagai respon aktif dan kreatif umat Islamterhadap perkembangan zaman. Dakwah berbasis TI perlu dikembangkan karena dapat dilakukan melintasi batas ruang dan waktu serta memiliki cakupan geografis yang lebih luas bila dibandingkan dengan dakwah konvensional. Baca lebih lanjut

Dengarkan Sugesti Saya, Senyumlah !

Assalamu alaikum wr wb, dalam tulisan ini saya akan mengulas sedikit tentang “Senyuman” yang berangkat dari dua bacaan saya yaitu, buku “Islam Itu Sangat Ilmiah” dan “1001 ayat Motivasi”. Semoga bermanfaat_

Senyum merupakan aktivitas sederhana, namun mempunyai pengaruh besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. senyum terbaik adalah senyuman yang tulus keluar dari hati nurani terdalam, bukan senyum palsu yng bibuat-buat. dengan senyuman akan terpancar energi positif dan optimisme dari dalam diri. hal ini akan membuat orang lain merasa nyaman dengan kehadiran kita. senyum merupakan salah satu cara untuk membina dan meperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

“Senyumlah, supaya alam turut tersenyum kepada kita” Baca lebih lanjut