Cerpen : Ocang dan Ibunya

old_woman_copSeorang ibu paruh baya ikut dalam sebuah mobil milik anaknya “Ocang”. Pekerjaan si Ocang tentu saja supir dan kebetulan saya salah satu penumpangnya.

“Nak, pergiki dulu jemput penumpang di Tamalanrea” pinta ibu kepada Ocang. “Tidak kuliat rumahnya mak, suruh saja naik ojek keluar dijalan raya” protes ocang karena tidak menguasai jalan di kota Makassar.

Meski menolak, si ibu tetap “berceloteh” dan menerima telpon dari penumpang yang mau dijemput. Dari bangku penumpang saya lihat si ocang garuk-garuk kepala dan sesekali mendesah panjang. Dalam hati penumpang, saya merasa begitu jengkel begitupun si ocang. Bagaimana tidak, selama hampir 2 jam mobil berputar-putar dalam kemacetan menjelang maghrib.

“Melo’na lisu iya’ taroni micai’ ajie” bentak ocang kepada ibunya yang tidak mau berhenti bicara. Ibunya menunjukkan banyak jalan tapi jalan yang dilalui selalu “salah alamat”. Namun si ibu tidak menyerah dan bersikap tenang seolah tak ada masalah. Sementara si ocang mengemudi ugal-ugalan dan beberapa kali hampir menabrak saking emosionalnya.

Saya paham betul apa yang dirasakan oleh si ocang, mendengarkan pinta ibundanya butuh sikap sabar yang tidak sedikit. Meski dalam hatinya bergejolak amarah, dia tetap berusaha diam meski wajah memerah. Meski marah kepada ibunya, si ocang sesekali berbalik kebelakang melihat penumpang yang gusar, “maaf pak ya, sebentar lagi” usahanya membuat kami tenang.

Akhirnya saya pun angkat bicara, mencoba membantu menunjukkan jalan. “kalau pasar mode masih jauh pak, terus saja pas didepan dinas pendidikan” saya mencoba membantu menemukan rumah “ibu Aji” si penumpang yang mau dijemput.

Alhasil, setelah mengubah rute. Rumah ibu Aji akhirnya ditemukan, tapi si ocang masih memasang wajah cemberut sambil memuat barang. “Aga wissengi iya’ beleng mememma’ kasi” ucap si ibu dan kemudian diam hingga akhir perjalanan.

Makassar, 24 Maret 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s