Pidato untukmu yang Kucinta

Hadirin yang kami muliakan, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah pasca di resmikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepemimpinan KH. Ahmad Badawi tahun 1964. Dan momentum berdirinya IMM adalah sebuah keniscayaan sejarah Lewat sebuah penegasan bahwa :

  1. IMM adalah gerakan Mahasiswa Islam
  2. Kepribadian Muhammadiyah adalah Landasan perjuangan IMM
  3. Fungsi IMM adalah sebagai eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah (sebagai stabilisator dan dinamisator).
  4. Ilmu adalah amaliah dan amal adalah Ilmiah IMM.
  5. IMM adalah organisasi yang syah-mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan dan falsafah negara yang berlaku.
  6. Amal IMM dilakukan dan dibaktikan untuk kepentingan agama, nusa dan bangsa.

SAM_0655

 Immawan dan Immawati yang berbahagia, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, IMM tentunya perlu untuk melakukan sebuah refleksi atas apa yang dituliskan oleh pena sejarahnya. IMM tentunya mesti sadar untuk melakukan sebuah instrospeksi diri atas segala tindak tanduknya sebagai bagian entitas Persyarikatan Muhammadiyah. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, gerakan amar ma’ruf nahi mungkar, Abdi Tuhan dalam melanjutkan risalah profetik Muhammad SAW, misi kenabian untuk membangun kembali masyarakat Islam “Baldatun Tayyibatun Warabbun gafur” lewat gerakan humanisasi, liberasi dan transendensi.

 Hadirin yang kami hormati, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, Hari ini mestilah lebih baik dari hari kemarin. Dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kota Parepare, telah menyambut Milad menyongsong setengah abad IMM dengan menggelar sebuah hajatan akbar, sebuah langkah tegap dan pasti dalam melakukan upaya refleksi kepemimpinan. Musyawarah Cabang yang ke 19 telah melahirkan manifesto revolusi kebudayaan.

Musycab yang telah melahirkan skuad baru, dengan semangat revolusioner kader muda IMM Parepare dalam melanjutkan cita-cita organisasi dengan warnanya sendiri. Bagi kami, Pimpinan Cabang IMM Parepare periode 2012-2013 hanyalah nafas pendek IMM di kota Parepare yang kita cintai ini. Masa kami tentunya hanya merupakan masa lalu yang menjadi sejarah perjalanan pengabdian putra putri mahasiswa Muhammadiyah Parepare.

 Saudara se-ikatan yang kami cintai, Pimpinan Cabang tentunya tidak digantikan begitu saja, tapi merupakan penghayatan terhadap kondisi organisasi, sebagai upaya refleksi atas apa yang kita cita-citakan dalam IMM sekaligus sebagai upaya proyeksi masa depan IMM dan Persyarikatan Muhammadiyah di kota Parepare. “Aksi tanpa refleksi hanya akan melahirkan aktivisme, refleksi tanpa aksi hanya akan melahirkan verbalisme” begitulah kira-kira seruan salah satu guru revolusioner kita Paolu Freire. Begitupun organisasi yang dijalankan tanpa pengahayatan. Hanya akan menjadi tumpukan rutinitas dan program kerja yang membosankan dan tidak bermakna.

 Pimpinan dan kader yang berbahagia, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, IMM Parepare pada tahun 2012, adalah kondisi yang menyambut kami. Sebuah kondisi yang memberikan kepercayaannya kepada kami sebagai Pimpinan. IMM yang kering solidaritas, IMM yang kehilangan kepercayaan diri sebagai organisasi mahasiswa yang berTrikompetensi. IMM yang senantiasa merasa inferior akan kompetensi Intelektual dan bertarung dalam dinamika gerakan mahasiswa. IMM yang banyak orang bersikap pesimis dan memilih untuk menjauh, IMM yang kehilangan integritasnya sebagai organisasi yang berdaulat dibawah payung Persyarikatan Muhammadiyah.

 Kawanku Pimpinan dan kakanda se-Ikatan, selaku ketua umum Pimpinan Cabang IMM kota Parepare periode 2012-2013, banyak yang tertawa dan menganggap sebagai lelucon ketika dalam orasi pertama di gedung Aisyiah Parepare, yang menjadi ambisi saya dalam memimpin IMM Parepare adalah melahirkan 5 (lima) kader Immawan untuk melakukan perubahan dalam organisasi. Tapi itulah gambaran betapa memprihatinkannya kaderisasi dalam organisasi kita.

Jika Soekarno meminta 10 pemuda Indonesia untuk mengguncang dunia, dan kemarin saya begitu sulit untuk mengumpulkan 5 (lima) kader Immawan terbaik untuk berIMM. Dan atas izin Allah SWT, Alhamdulillah didepan saya telah berbaris puluhan Immawan-Immawan tangguh yang siap melanjutkan cita-cita dan menjaga marwah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. “Intandsurullaha yandsurkum wayutsabbit aQ’daamakum” jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Sungguh nikmat Allah yang begitu jelas bagi kita di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kota Parepare.

Begitupun bagi kader putri Immawati, telah kami berikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengeksplorasi dan memberdayaan bakat serta kemampuannya, sehingga lahir banyak prestasi yang membanggakan dalam hal organisasi dan kepemimpinan. Begitulah IMM yang bersemangat islam memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada kaum perempuan dalam pembagian tugas yang proporsional.

 Hadirin ynag kami muliakan, inilah narasi singkat periode kami dalam mengisi kepemimpinan IMM kota Parepare selama satu tahun, lewat misi intelektual telah kami gulirkan banyak proyek pencerdasan, percerahan dan perlawanan. Yang pada akhirnya ditutup oleh sebuah “Manifesto Revolusi Kebudayaan” yang menegaskan :

  1. IMM adalah organisasi yang berdaulat dan independent
  2. IMM adalah amanah umat dan musuh segala kemungkaran
  3. IMM pantang khianat atas amanah Persyarikatan Muhammadiyah.

 Lewat tafsir sederhana revolusi kebudayaan, maka yang akan kita bangun adalah budaya intelektual Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kota Parepare lewat 3 pilarnya yakni, Budaya membaca, budaya diskusi, budaya menulis dan aksi. IMM baru adalah kita yang punya ide, kita yang berani menyampaikan gagasan, kita yang mampu membangun aksi yang produktif dan kreatif. Sebab tanpa ide yang revolusioner tidak akan melahirkan gerakan revolusioner, bukan hanya bagi seorang Karl Marx. Tapi prinsip manajemen juga mengatakan bahwa, gagal merencanakan berarti kita merencanakan sebuah kegagalan.

 Hadirin yang kami hormati, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, lewat momentum pidato wa’da selaku ketua Pimpinan Cabang IMM kota Parepare periode 2012-2013. Akan kuungkapkan bahwa, saya sangat mencintai IMM, saya begitu mencintai Immawan dan Immawati dan banyak hal yang ada dalam organisasi kita. Dan karena begitu cintanya saya kepada IMM, maka saya juga mesti belajar untuk tidak berlebihan dalam mencintai IMM. Belajar untuk mencintai sesuatu dengan proporsional dan tentunya bersikap professional. Dalam mencintai, terkadang kita terlalu emosional dan tidak berpikir rasional. Dalam mencintai, kita terkadang merangkul dan memeluk sesuatu yang kita cinta dengan pelukan yang begitu erat sehingga kita tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk membuktikan cintanya. Terkadang pula sesuatu yang kita cinta justu tidak berdaya tidak bisa bernafas dalam pelukan kita yang begitu erat dan kuat. Begitupun kecintaan saya kepada IMM, mesti seadanya dan semampunya. Bersama IMM saya memiliki banyak ambisi, dan ambisi saya tidak mesti saya paksakan sebagai bukti, bahwa saya benar-benar mencintai Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Dan hari ini, tanpa mengurangi rasa cinta kepada IMM, saya akan mencoba untuk menghapuskan ambisi dengan perlahan dan perlahan.

 Begitupun kepada Muhammadiyah, jika kemarin ketika dilantik saya meminjam istilah Pak Amin Rais yang menyebut Muhammadiyah sebagai gajah bengkak, organisasi besar yang rantingnya bisa ditemui disetiap desa seantero Indonesia. Namun tidak bisa berbuat banyak atas kompleksnya persoalan bangsa. Bagi saya, itu karena ruh Muhammadiyah tidak ada didalam ranting maupun cabang Muhammadiyah. Dalam banyak forum, sering saya sampaikan bahwa Muhammadiyah dari gerakan Tadjid bertransformasi menjadi gerakan birokrasi. Khususnya memasuki abad ke-2 Muhammadiya, konsentrasi kita hanya sibuk mengurusi amal usaha sehingga eksistensi ranting dan cabang luput dari perhatian kita.

Saya kembali ingin menggambarkan Muhammadiyah sebagai sebuah bahtera besar. Yang didalamnya begitu banyak orang ikut dalam pelayaran, mengarungi samudra kehidupan untuk berlabuh sebagai tujuan organisasi. Coba kita bayangkan, dalam sebuah pelayaran terjadi sebuah kecelakaan dimana lambung bahtera mengalami kebocoran. Dan semua penumpang panic dan justru menambah kerusakan. Banyak juga penumpang yang berputus asa, ikut melubangi dinding-dinding kapal dan mempercepat masuknya air hingga tenggelam. Apa yang bisa diharapkan dengan pelayaran yang kacau seperti itu?

Begitulah Muhammadiyah, banyaknya tantangan dan persoalan tidak cukup jika dikritik, tapi harus mampu menjadi solusi agar persoalan yang dikritik tidak justru menjadikannya lebih rumit. Dalam mengkritik sekalipun mesti senantiasa memperhatikan norma-norma, tidakkah lebih baik mengkritik dan berusaha untuk membenahi. Dan tugas IMM sebagai eksponen Muhammadiyah adalah stabilisator dan dinamisator, pelanjut dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.

 Hadirin yang kami hormati, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, selama periode kami Pimpinan Cabang IMM Parepare. Meskipun tidak pernah mendapatkan bantuan langsung secara materil dari Pemerintah kota, namun ucapan banyak terimah kasih kepada Walikota Parepare yang senantiasa mengapresiasi program-program IMM. Harapan kami, Pemkot nantinya lebih konsisten dalam merealisasikan icon Parepare sebagai kota Pendidikan. Dengan memberikan dukungan penuh untuk inisiatif-inisiatif kami dalam aktivitas keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan.

 Hadirin yang kami hormati, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, kepada kakanda DPD IMM Sulawesi Selatan kami ucapkan banyak terimah kasih atas bimbingannya selama periode kami, dan saya laporkan bahwa telah berakhirlah tugas kami selaku pimpinan, untuk beberapa kelalaian oranisasi yang terjadi selama ini kami mohon dapat dimaklumi. Sekiranya penting untuk kami laporkan, bahwa sampai pelaksanaan Musycab yang ke-19 Komisariat yang tersisa adalah 5 Fakultas. Tapi dengan penuh optimism, Musyda IMM Sulsel mendatang, Parepare akan datang dengan membawa 7 Pimpinan Komisariat InsyaAllah.

 Hadirin, Immawan Immawati yang kami cintai, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, dan sekali lagi kami sampaikan bahwa Periode kami hanyalah nafas pendek IMM kota Parepare. Satu periode telah kita habiskan untuk diam. banyak belajar, berkontemplasi dan bersikap defensive. kinilah saatnya kita bangkit dan kibarkan kembali panji merah darah kita. “Yaa ayyuhammudatsir qumfa’antsir”.

IMM Parepare akan segera merapatkan barisan, untuk kembali ke medan juang amar ma’ruf nahi mungkar. Siap menantang setiap kelompok oposisi lewat semangat intelektual profetik. Humanisasi, Liberasi dan transendensi. Yakinkan kita sebagai kader-kader terbaik Islam, putra putri bangsa penyambung hidup generasi. “Kuntum khoiraummatin ukhrijatlinnas takmuruna bilmakruf watanhauna anil mungkar watukminuna billah”. Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.

 Hadirin yang kami hormati, Empat puluh Sembilan tahun sudah usia menjelang ke-emasan, Kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu kami, Kepada kerabat dan sahabatku. Para senior yang telah menaruh kepercayaannya. semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada kita sekalian. Dan permohonan maaf yang tulus atas segala kekurangan dan khilaf selama periode kami. Kepada Pimpian Cabang yang baru, kami titipkan mimpi-mimpi yang tertunda, semoga kawan mampu membangun rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Karena bagi kami, menjaga ukhwah Islamiyah, menjaga solidaritas jauh lebih penting dibanding memenuhi jabatan dan program kerja.

 Kepada adik-adikku Pimpinan Cabang dan Komisariat, saya ingatkan sekali lagi bahwa pantang bagi kader IMM untuk mengucapkan 2 kata yaitu, Menyerah dan menyesal. Karena kata tersebut kontrapoduktif dengan nilai-nilai Tauhid yang senantiasa kita junjung tinggi. Kita tidak menyerah, karena Allah akan senantiasa hadir dalam perjuangan kita. Laa ilahaillallah. Kita tidak menyesal, karena segala yang terjadi atas kehendak Allah SWT. Laa haulawalaakuataillahbillah Lanjutkan perlawanan dinda sekalian, revolusi bukan mimpi tuntaskan pembangunan yang tertunda.

 Pada akhirnya, kami ucapkan selamat berbahagia kepada Pimpinan yang baru. Semoga mampu membawa IMM kota Parepare menjadi lebih cerah untuk menghimpun akademisi-akademisi Islam yang berakhlaq mulia. Selamat berbahagia dan jangan bersedih, sungguh kita berislam, Bermuhammadiyah dan berorganisasi untuk mendapatkan kebahagiaan, kitalah orang-orang yang beruntung. “waltakumminkum ummatuyyaduna ilalkhair wayakmuruna bilmakruf wayanhauna anilmungkar, wa’ula ikahumul muflihun”

Billahi Fii sabilil haq fastabiqul khoirat
IMMawan Muhammad Ramdhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s