Catatan Filsafat #2

Disudut kampus biru tempat saya kuliah, disebuah rumah panggung kecil tempat mahasiswa fakultas ekonomi berkumpul, terjadilah perbincangan yang cukup alot tentang filsafat. Berikut salah satu kutipan dari diskusi kami..

………..
Saya   : “Untuk mencapai kebenaran, kita mesti mendalami filsafat. dan pembahasan utama dalam filsafat adalah Tuhan, alam dan manusia”
Junior : “Maaf kak, saya tidak suka belajar filsafat, pembahasannya tingkat tinggi”
Saya   : “Jadi kita bahas apa?”
Junior : “Terserah kakak, yang penting bukan tentang Tuhan, karena itu sudah pasti, tidak mesti lagi dipersoalkan”
Saya   : “Kenapa?”
Junior : “susah dan tidak penting, kalau masalah Tuhan saya yakin ada”
Saya   :“Karena kamu percaya bahwa Tuhan itu ada. Sekarang, dari mana kamu bisa tahu bahwa Tuhan itu ada?”
Junior : “saya mengetahui bahwa Tuhan itu ada, karena adanya alam ini. Tuhan lah yang menciptakan alam ini. Karena mustahil alam ini ada begitu saja. Pastilah ada yang menciptakannya, yakni Tuhan”
Saya    : “Apakah ketika kalian melihat alam ini, lantas kamu mengatakan bahwa Tuhan itu ada?”
Junior  : “Ia benar…”
Saya    : “Artinya, adanya Pencipta yang kamu klaim sebagai Tuhan, kamulah yang memikirakan, setelah melihat alam?”
Junior  : “Ia benar demikian…”
Saya    : “Jika demikian, berarti Tuhan kamu itu adalah hasil dari buatan pikiranmu sendiri, karena setelah melihat alam, kamu berfikir bahwa Tuhan lah yang menciptakan alam. Terus kenapa kamu mau menyembah yang kamu buat sendiri dalam pikiranmu. Dan apa bedanya dengan orang yang membuat patung, lantas dia menyembahnya. Bukankah ini adalah sebuah kebodohan semata”
Junior : Bingung

Setidaknya ada tiga hal yang menjadikan kita kewalahan dalam memahami filsafat, yaitu:
1. Menganggapnya tidak penting
2. Menganggapnya sulit
3. Tidak serius

Jika memperhatikan pembicaraan diatas, sebenarnya mereka telah melakukan diskusi filsafat tentang Tuhan. Kebingungan si junior dalam memahani argumentasi saya tentu tidak dialaminya jika memiliki pengetahuan tentang filsafat dalam hal ini logika. makanya saya bermaksud mengatakan, Filsafat itu penting untuk dipelajari. Kedua, filsafat sesunggunya aktivitas berfikir manusia, sementara setiap manusia pastilah memiliki potensi akal untuk berfikir. artinya, kalau socrates atau plato bisa berfilsafat kenapa kita tidak? Ketiga, kita sering kali terpesona dengan kalimat-kalimat bijak filsafat namun tidak pernah berserius mempelajarinya, minimal membaca buku-buku filsafat.
Selamat melanjutkan penyelaman dalam samudra filsafat sebagai ikhtiar pencarian kebenaran dan memperteguh bangunan keyakinan, InsyaAllah_

– Muhammad Ramdhan –

Iklan

2 thoughts on “Catatan Filsafat #2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s