Mengenal Musuh Islam

Tentu kita mengenal Muhammad SAW, sebagai nabi yang mulia pembawa ajaran islam. Setiap harinya ketika pagi menjebak malam, muadzin disetiap mesjid dan mushallah akan menyerukan panggilan Tuhan yang disertai penyebutan nama agung Muhammad sebagai nabi dan rasul Allah, kepada setiap makhluk insani untuk mendirikan shalat sebagai bentuk ketundukan  kepada Pencipta. Begitupun ketika matahari hendak meninggalkan siang, dhuhur, ashar, maghrib dan isya ratusan bahkan jutaan umat muslim akan menyegerahkan shalat, sebanyak itupun nama Muhammad akan dimuliakan. Begitulah sosok sang Nabi, akan senantiasa dipuji dalam setiap hembusan nafas kaum muslimin hingga akhir zaman nanti.
Muhammad dalam menyebarkan agama Islam tidaklah membutuhkan waktu yang lama sehingga bendera Islam dapat dikibarkan di daerah Andalusia Eropa sampai Tiongkok Asia. Beliau cukup mengirimkan surat kepada kabilah atau pemimpin kerajaan untuk menerima Islam sebagai Agama kebenaran. Sampai saat inipun Islam masih menduduki Negara-negara seperti Suria, Libanon, Palestina, Irak, Afganistan, Mesir, Tunisia, Aljazair, Maroko, dan beberapa Negara lainnya. Kecuali Spanyol yang mendapatkan serangan dari Kristen dengan berbagai macam kekerasan sehingga membuat umat muslim keluar dari negaranya dan ada juga yang berbalik ke agama semula yang tiran. Namun kekalahan itu dapat ditebus dengan pendudukan kaum Utsmani di Konstantinopel sebagai pusat Kristen sehingga Islam dapat menyebar dengan pesat bahkan sampai di Negara Rusia dan Polandia melebihi wilayah Spanyol.
Sejak awal kehadirannya, Islam disambut dengan pertentangan dari kelompok-kelompok yang tidak mau menerima ajaran Muhammad. Dalam sejarah peperangannya dengan kaum Nasrani misalnya, pada awalnya hanya sebatas perdebatan teologi, dimana kaum Rumawi tidak berminat untuk mempelajari Islam sebagai agama yang baru, sementara Muhammad berterimah dan justru memuliakan Isa Alaihi salam sebagai rasul Allah.
Sikap itu dapat kita lihat ketika terjadinya pertempuran antara pasukan majusi dengan pasukan Kristen yang memberikan kekalahan pada Heraklitus pimpinan Kristen, saat itu Muhammad mendukung pasukan Kristen namun mengalami kekalahan yang juga membuat kaum muslim bersedih, sehingga Abu Bakar melakukan taruhan seratus ekor unta dengan kaum kafir bahwa pasukan Heraklitus akan melakukan serangan balasan, dan akhirnya pada tahun 625 ternyata Heraklitus dapat merebut kembali daerah Syam dalam taruhan itupun Abu Bakar menang dan memberikan kegembiraan yang besar bagi kaum muslim sebagai mana yang terdapat dalam Q.S Ar Ruum 1-6.
Kemenangan kerajaan Rumawi yang disambut gembira oleh kaum muslimin karena menganggapnya sebagai kemenangan agama Allah tidak dipedulikan oleh Heraklitus. Penguasa-penguasa Rumawi bahkan tidak mau bersusah payah untuk mempelajari agama Muhammad, dan melihat perkara ini dengan kacamata politik. Heraklitus menggaap Islam adalah ancaman bagi kerajaannya sehingga mengirim ratusan ribu pasukannya untuk menyerang kaum muslim namun selama berabad-abad kemenangan ada ditangan kaum muslimin dibawah kepemimpinan Rasullulah Muhammad SAW.
Namun dalam sejarah, Nasrani dengan serangkaian perang salib mampu mengusir kaum muslimin dari Andalusia dengan cara yang keji, didasarkan kepada kebohongan dan fitnah terhadap agama dan Nabi Muhammad SAW. Penulis dan penyair Kristen mempropagandakan Muhammad sebagai tukang sihir, perampok unta, seorang pendeta yang gagal menduduki kursi paus sehingga menciptakan agama baru. Cerita khayal dan cabul seperti itu telah banyak dimulai sejak abad pertengahan sampai akhir abad kesembilan belas.
Sampai saat ini, upaya propaganda anti Islam masih senantiasa kita alami, Bahkan sangat berpengaruh pada cendikiawan dan angkatan muda muslim. Terkesan dikalangan pemuda saat ini, bahwa ateisme dan logika sejalan dengan ijtihad, sedangkan iman sama dengan jumud. Oleh karena itu jiwa mereka gelisah dan pergi membaca buku-buku dan menggunakan metodologi barat untuk mencari kebenaran (Haikal : Sejarah Hidup Muhammad). Dengan sendirinya pemuda muslim akan bersentuhan dan larut dengan literature dan ilmu yang seolah-olah ilmiah namun membawa misi imperialisme terhadap perkembangan agama Islam yang dibawa oleh baginda Rasulullah Muhammad Saw. wallahu alam_
Penulis : Immawan Muhammad Ramdhan,
Sebuah persembahan pada 10 Muharram 1432 H / 06 Desember 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s