Kita Solangasan ; Buntu Bantuan Desa Kenangan

Menikmati suasa di Desa bersama anak-anak

Menikmati suasa di Desa bersama anak-anak

Pernahkah anda tinggal didesa? yang dikeliling gunung dan pemandangan yang serba hijau. udaranya sejuk bahkan mencapai 20′ Celcius sehingga membuat badan kita menggigil dan malas mandi.
Pernahkah anda tinggal didesa? yang sangat terpencil jauh dari perkotaan dan keramaian, jalannya bebatuan tak diaspal tapi kalau hujan rawan lonsor dan becek.Saya pernah tinggal didesa yang sungguh memberikan banyak pelajaran, tentang kederhanaan “Tidak ada Sinyal untuk HP”, tentang ketenangan “Tidak ada suara bising kendaraan”, tentang penderitaan “Jalan kaki berkilo-kilo jauhnya”, tentang segala hal disebuah desa yang bernama Buntu Batuan “Puncak Gunung”. Diatas adalah wajah saya ketika tinggal didesa bersama kepala desa dan pak dusun. Berikut Profilnya..

Desa Buntu Batuan pada awalnya adalah dusun Pasadanan yang merupakan bagian dari Desa Rante Mario yang mengalami pemekaran didasarkan pada luasnya wilayah, jumlah penduduk yang ada dan tersedianya infrastruktur desa. Terletak di Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang yang sampai hari ini memiliki 3 (tiga) dusun yaitu Paredean, Serren dan Duri-duri. Sementara kantor desa Buntu Batuan terletak di kampung Paredean sebagai Ibukota Desa.

Desa Buntu Batuan terletak di Kecamatan Malua, Kabupaten Enrekang, Propinsi Sulawesi Selatan. Desa ini merupakan wilayah Kecamatan Malua paling ujung utara, secara geografis desa Buntu Batuan terletak pada posisi 3°21’24” Lintang Selatan dan 119°57’49” Bujur Timur, dengan batas – batas wilayah:

– Sebelah Utara dengan Desa Tallu Ngurak dan Desa Sumbang.
– Sebelah Timur gunung Buntu Dama’ dan Gunung Pakapenjam.
– Sebelah Selatan dengan Desa Rante Mario
– Sebelah Barat Desa Buntu Pema.

Desa Buntu Batuan mempunyai luas wilayah 27.0 km2 dengan kondisi topografi merupakaan bukit-bukit terjal dan pegunungan, sangat sedikit wilayah ini yang merupakan pedataran. Keseluruhan wilayah desa Buntu Batuan berada pada ketinggian antara ± 450 m – ± 2000 MDPL.

Terdapat 4 (empat) anak sungai, Salu Dama, Salu Mentia, Salu Tombang Kiri dan Salu Tombang Kanan dan 1 (satu) sungai yaitu sungai Malua yang melintas di tengah-tengah wilayah desa ini. Salu Dama’ dan Salu Tombang Kanan dimanfaatkan airnya oleh petani untuk keperluan pertanian dengan membuat saluran-saluran sederhana untuk mengairi sawahnya terutama pada musim hujan, kondisi debit air di sungai yang ada pada musim kemarau sangat kecil sehingga pada musim kemarau petani tidak dapat mengolah sawah karena tidak mendapat suplay air dari sungai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s