Arsip Kategori: Pendidikan

Kya yehii pyaar hai : Inikah Cinta ?

mohabbatein-8

Sudah bertahun-tahun sejak film ini menjadi hits, baru malam ini (1/9/2014) saya mendapat kesempatan untuk menontonya. “Mohabbatain” film yang dibintangi oleh actor Syarukh khan sebagai guru Arya. Sesuai dengan judul postingan saya, film ini berkisah banyak tentang cinta, seperti film-film Bollywood pada umumnya, dramatis dan banyak adengan menangisnya hehehe.

Jujur saja, film ini memberi saya banyak inspirasi. Dan menonton film bagi saya, bukanlah sekedar mencari hiburan tapi juga harus bisa mendapatkan pesan yang konstruktif. Tentu ada syaratnya, contohnya membanguan komitmen bijaksana dalam memilih judul dan menentukan momen yang tepat. Jadi intinya disini adalah, Syahru Khan berjuang untuk menanamkan idealismenya kepada orang lain, yach tentang cinta.

 Komitmen dan Loyalitas
Mr. Narayan Shankar adalah rector dari Universitas Gurukul, tempat guru Arya mengajar. Orangnya punya komitmen dan optimism yang tinggi dalam membina lembaganya. Demi menjaga reputasi dan menegakkan aturan kampus, dia bahkan rela memberi hukuman kepada putri semata wayangnya. Begitupun guru Arya, awalnya dia adalah mahasiswa di Gurukul, tapi karena melanggar aturan kampus dengan mencintai putri pak rector, akhirnya dia kena sanksi. Akibat dari hukuman tersebut, Arya kemudian punya tekad mengalahkan prinsip dari “Si Jahat” mister Shankar. Arya menjadi guru yang lebih keras kepala dan suka menantang aturan kampus. Untuk lebih lengkapnya silahkan nonton sendiri :)

 Paradigma Baru Pendidikan
Adegan favorit saya ada pada sesi menit ke-30an, saat guru Arya memulai kelas dengan memberi pelajaran tentang music. Bukan sekedar mengajar, dia menjadi inspirator bagi para mahasiswa. Baginya, cinta adalah inspirasi utama untuk music. Disinilah perjuangannya diuji, beberapa mahasiswa binaannya menjadi antusias untuk melejitkan semangat, berjuang dan mendapatkan cinta yang diimpikan. Guru Arya senantiasa menunjukkan pola pendidikan yang humanis dan mewakili paradigm baru pendidikan, yakni lewat pendekatan persuasive. Sehingga aksinya sering kali mendapat kecaman dari pak rector yang anti terhadap perubahan. Sekedar tambahan, Film ini sebagai besar settingnya diambil dalam lingkungan kampus.

 Cinta dan Pengorbanan
Pada akhirnya, film ini memang bercerita tentang “cinta”. Heheheh. Kesimpulannya adalah cinta, film ini memesankan betapa pentingnya manusia memiliki rasa cinta. Mister Shankar yang “berhati batu” akhirnya harus meneteskan air mata cinta dan berdamai dengan guru Arya, so sweet ya ?? hikhihk. Kisahnya tidak sesederhan itu, banyak juga pengorbanan yang harus mereka relakan, contohnya kehilangan putri dan kekasih tercinta. Pokoknya dramatis dan lebay, hahaha

 

Tips Sukses menjadi “Mahasiswa baru”

DSC00640Halo sahabat, sekarang ini bulan Agustus, dikampusku bertepatan dengan awal-awal semester dan juga momen penerimaan mahasiswa baru. Saya yakin dikampus kalian juga sama, tahun ajaran baru berarti kita akan berganti semester dan akan ada mahasiswa baru alias maba. Saat ini juga, saya tengah mengejar jadwal ujian akhir. Insya Allah kalau di ridhoi saya akan ikut wisuda Oktober mendatang, doakan saya ya :).

Kesempatan ini saya mau berbagi cerita tentang mahasiswa baru, kebetulan tadi dapat ide waktu ke kampus dan terlibat diskusi dengan panitia PESMA. Di kampus saya, Universitas Muhammadiyah Parepare. PESMA adalah singkatan dari Pesantren Mahasiswa yang merupakan kegiatan awal yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru. Konsepnya sama dengan orientasi-orientasi pengenalan kampus pada umumnya, yang membedakan adalah metodologi yang digunakan dan penekanannya lebih banyak ke nilai Al Islam. Sekedar informasi, meskipun kampus kami bukan kampus Islam, tapi visinya menjadi “kampus Islami” karena memang berada dibawah naungan ormas Islam besar yakni Muhammadiyah.

Kembali kepada tema kita, “Mahasiswa Baru”. Tentu kita tahu yang dimaksud mahasiswa baru adalah adik-adik kita yang baru saja lulus SMA dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Biasanya mereka adalah remaja yang termasuk dalam kelompok “usia produktif”. Sebelum lanjut saya pertegas sekali lagi ya, saya ini mahasiswa semester 12 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Kalau dalam KRS, sampai kiamat tidak akan kalian dapati mata kuliah semester 12. Iya benar, saya selesai kuliahnya telat 2 tahun. Bisa dibilang sekarang sudah dapat gelar “super duper senior” alias “Mahasiswa tua” heheheh =D. Untuk kalian yang maba, “KRS” itu artinya Kartu Rencana Studi, dukumen akademik yang diisi setiap awal semester.

Karena saya “super duper senior”, tentu pengalaman 6 tahun di kampus tidak sedikit ya? Makanya lewat tulisan ini saya bermakusd berbagi pengalaman kepada kalian, juga sebagai bentuk nostalgia bagi saya :)

Bersambung…

 

 

Inspirator : Habibie

Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (73 tahun) merupakan pria Pareare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Masa-masa kecilnya sejak berusia 9 tahun silam di habiskan di kota Parepare sehingga tidak bisa melupakan makanan khas seperti “bale lajang gappo” (Sumber : Kabarsulawesi)

Peringatan Hari Lahir Pancasila
Sumber gambar : palingindonesia.com

Pendidikan dan Karir
Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya,  R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.

Pak Habibie melanjutkan program doktoral setelah menikahi teman SMA-nya, Ibu Hasri Ainun Besari pada tahun 1962. Bersama dengan istrinya tinggal di Jerman, Habibie harus bekerja untuk membiayai biaya kuliah sekaligus biaya rumah tangganya. Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan  indeks prestasi summa cum laude. Baca lebih lanjut

Profil “Mahasiswa UMPAR”

uGroup ini dibuat sejak tahun 2010, bermula pada saat penyelenggaraan PILPRESMA BEM UMPAR (Pemilihan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare). Atas inisiatif admin #Muhammad Ramdhan yang juga sebagai sekretaris partai salah satu peserta Pemilu Raya Kampus, bermaksud menjadikan wadah ini sebagai ajang kampannye dan sosialisasi bakal calon yang akan diusung.

Awalnya group ini bernama “ALMAMATER BIRU” yang diadopsi dari nama partai “Aliansi Mahasiswa Mandiri dan Tercerahkan”. Karena dianggap tidak mengakomodir seluruh aspirasi mahasiswa dan pendukung partai mahasiswa lainnya, maka diubahlah nama group menjadi “BEM UMPAR” pada tahun 2011 dengan maksud agar forum ini menjadi corong aspirasi dan media sosialisasi pengurus BEM kepada seluruh mahasiswa UMPAR. Mengingat pada saat itu admin / pendiri juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BEM UMPAR Periode 2010-2011.

Seiring dengan pesatnya dinamika media sosial, group ini juga tidak sedikit mendapat sikap protes dan penolakan atas aturan dan fungsinya, meskipun sebenarnya group ini tidak terdaftar secara resmi pada institusi kampus maupun lembaga kemahasiswaan. Perlu diingat bahwa kehadiran group ini hanyalah sekedar pemanfaatan media teknologi informasi dan juga wadah konsolidasi dan silaturahmi civitas kampus biru. Singkatnya, admin berharap group ini menjadi parameter demokratisasi dalam kampus Universitas Muhammadiyah Parepare.

Hingga tahun 2012, nama group kembali mengalami perubahan menjadi “MAHASISWA UMPAR” hingga saat ini yang jumlah membernya terus bertambah dan tetap selektif. Sekedar informasi, beberapa member yang keluar dan tidak sepakat dengan aturan group MAHASISWA UMPAR, memilih membuat group lain seperti :

Group MAHASISWA UMPAR Jilid II
Group MAHASISWA UMPAR Cinta Kampus Biru
Group MAHASISWA UMPAR Jilid III , dan mungkin masih ada yang lain.

Salam Damai @dmin

https://www.facebook.com/groups/kampusislami/

Sekolah Dulu..

Jam menunjukkan pukul enam lewat empat puluh menit. Pagi ini matahari hanya mengintip dibalik awan putih yang tebal. Sementara mobil dan motor meraung-raung disepanjang jalan Veteran dan Karaeng Burane, burung Gereja ramai berkicau dipuncak gedung-gedung perkantoran yang lengang.

Hari ini hari senin, hari kemalasan sedunia. Pagi ini akan diadakan upacara bendera, wah begitu menegangkan. Tampak didepan gerbang sekolah pak Satpam mulai menutup pintu pagar. Suasana bertambah tegang saat terdengar suara pembina upacara. Aduuh., saya telat kesekolah.

Untungnya saya masih dipersilahkan masuk, mungkin karena diantar oleh bapak yang berseragam “Hansip”
Dengan gembira saya berlari menuju kelas, menyimpan tas dan merapikan seragam putih biru. Agh malangnya., dasi kupu-kupu biru-ku tertinggal dirumah. Suasana kembali menegangkan, seusai upacara pasti kena razia guru

Teori Big Bang vs Al Qur’an

strange-albert-einsteinSengaja kita tampilkan disini yang membicarakan asal-usul hdup manusia bumi berdasarkan teori evolusi sebagai hasil capaian penyelidikan orang-orang barat pada mana dapat dilihat adanya faham materialisme yang menyatakan alam semesta telah terwujud sendirinya, menurut proses alamiah, tanpa penciptaan dan rencana tertentu oleh Yang Mahakuasa untuk kehidupan manusia.

Teori evolusi ini hampir-hampir meliputi seluruh masyarakat manusia bumi hingga sempat menyusup kedalam sekolah-sekolah yang mengajarkan agama Islam di mana faham materialisme harusnya sangat ditentang. Sampai-sampai kebanyakan anggota masyarakat dalam menanggapi sesuatu yang bersifat alamiah selalu didasarkan atas pandangan sarjana barat naturalisme. Mereka cenderung memperkirakan bahwa semua yang dikemukakan sarjana barat sebagai hal praktis dan benar berlaku. Bahwa mengenai keterangan yang menyangkut dengan bidang astronomi, pada pokoknya teori gravitasi “Newton dan Relativity Einstein memegang peranan penting, sementara yang sehubungan dengan biologi dan histori, maka teori evolusi Darwin bertindak selaku pedoman. Baca lebih lanjut

Ibu “Cobaan Kehidupan”

old_woman_copSeorang ibu paruh baya ikut dalam sebuah mobil milik anaknya “Ocang”. Pekerjaan si Ocang tentu saja supir dan kebetulan saya salah satu penumpangnya.

“Nak, pergiki dulu jemput penumpang di Tamalanrea” pinta ibu kepada Ocang. “Tidak kuliat rumahnya mak, suruh saja naik ojek keluar dijalan raya” protes ocang karena tidak menguasai jalan di kota Makassar.

Meski menolak, si ibu tetap “berceloteh” dan menerima telpon dari penumpang yang mau dijemput. Dari bangku penumpang saya lihat si ocang garuk-garuk kepala dan sesekali mendesah panjang. Dalam hati penumpang, saya merasa begitu jengkel begitupun si ocang. Bagaimana tidak, selama hampir 2 jam mobil berputar-putar dalam kemacetan menjelang maghrib.

“Melo’na lisu iya’ taroni micai’ ajie” bentak ocang kepada ibunya yang tidak mau berhenti bicara. Ibunya menunjukkan banyak jalan tapi jalan yang dilalui selalu “salah alamat”. Namun si ibu tidak menyerah dan bersikap tenang seolah tak ada masalah. Sementara si ocang mengemudi ugal-ugalan dan beberapa kali hampir menabrak saking emosionalnya.

Saya paham betul apa yang dirasakan oleh si ocang, mendengarkan pinta ibundanya butuh sikap sabar yang tidak sedikit. Meski dalam hatinya bergejolak amarah, dia tetap berusaha diam meski wajah memerah. Meski marah kepada ibunya, si ocang sesekali berbalik kebelakang melihat penumpang yang gusar, “maaf pak ya, sebentar lagi” usahanya membuat kami tenang.

Akhirnya saya pun angkat bicara, mencoba membantu menunjukkan jalan. “kalau pasar mode masih jauh pak, terus saja pas didepan dinas pendidikan” saya mencoba membantu menemukan rumah “ibu Aji” si penumpang yang mau dijemput.

Alhasil, setelah mengubah rute. Rumah ibu Aji akhirnya ditemukan, tapi si ocang masih memasang wajah cemberut sambil memuat barang. “Aga wissengi iya’ beleng mememma’ kasi” ucap si ibu dan kemudian diam hingga akhir perjalanan.

Makassar, 24 Maret 2014