Arsip Kategori: Pendidikan

Teori Big Bang vs Al Qur’an

strange-albert-einsteinSengaja kita tampilkan disini yang membicarakan asal-usul hdup manusia bumi berdasarkan teori evolusi sebagai hasil capaian penyelidikan orang-orang barat pada mana dapat dilihat adanya faham materialisme yang menyatakan alam semesta telah terwujud sendirinya, menurut proses alamiah, tanpa penciptaan dan rencana tertentu oleh Yang Mahakuasa untuk kehidupan manusia.

Teori evolusi ini hampir-hampir meliputi seluruh masyarakat manusia bumi hingga sempat menyusup kedalam sekolah-sekolah yang mengajarkan agama Islam di mana faham materialisme harusnya sangat ditentang. Sampai-sampai kebanyakan anggota masyarakat dalam menanggapi sesuatu yang bersifat alamiah selalu didasarkan atas pandangan sarjana barat naturalisme. Mereka cenderung memperkirakan bahwa semua yang dikemukakan sarjana barat sebagai hal praktis dan benar berlaku. Bahwa mengenai keterangan yang menyangkut dengan bidang astronomi, pada pokoknya teori gravitasi “Newton dan Relativity Einstein memegang peranan penting, sementara yang sehubungan dengan biologi dan histori, maka teori evolusi Darwin bertindak selaku pedoman. Baca lebih lanjut

Ibu “Cobaan Kehidupan”

old_woman_copSeorang ibu paruh baya ikut dalam sebuah mobil milik anaknya “Ocang”. Pekerjaan si Ocang tentu saja supir dan kebetulan saya salah satu penumpangnya.

“Nak, pergiki dulu jemput penumpang di Tamalanrea” pinta ibu kepada Ocang. “Tidak kuliat rumahnya mak, suruh saja naik ojek keluar dijalan raya” protes ocang karena tidak menguasai jalan di kota Makassar.

Meski menolak, si ibu tetap “berceloteh” dan menerima telpon dari penumpang yang mau dijemput. Dari bangku penumpang saya lihat si ocang garuk-garuk kepala dan sesekali mendesah panjang. Dalam hati penumpang, saya merasa begitu jengkel begitupun si ocang. Bagaimana tidak, selama hampir 2 jam mobil berputar-putar dalam kemacetan menjelang maghrib.

“Melo’na lisu iya’ taroni micai’ ajie” bentak ocang kepada ibunya yang tidak mau berhenti bicara. Ibunya menunjukkan banyak jalan tapi jalan yang dilalui selalu “salah alamat”. Namun si ibu tidak menyerah dan bersikap tenang seolah tak ada masalah. Sementara si ocang mengemudi ugal-ugalan dan beberapa kali hampir menabrak saking emosionalnya.

Saya paham betul apa yang dirasakan oleh si ocang, mendengarkan pinta ibundanya butuh sikap sabar yang tidak sedikit. Meski dalam hatinya bergejolak amarah, dia tetap berusaha diam meski wajah memerah. Meski marah kepada ibunya, si ocang sesekali berbalik kebelakang melihat penumpang yang gusar, “maaf pak ya, sebentar lagi” usahanya membuat kami tenang.

Akhirnya saya pun angkat bicara, mencoba membantu menunjukkan jalan. “kalau pasar mode masih jauh pak, terus saja pas didepan dinas pendidikan” saya mencoba membantu menemukan rumah “ibu Aji” si penumpang yang mau dijemput.

Alhasil, setelah mengubah rute. Rumah ibu Aji akhirnya ditemukan, tapi si ocang masih memasang wajah cemberut sambil memuat barang. “Aga wissengi iya’ beleng mememma’ kasi” ucap si ibu dan kemudian diam hingga akhir perjalanan.

Makassar, 24 Maret 2014

Demokrasi Generasi Salaf

demokrasi-ilustrasi-_120318123500-678Sebelum wafat, Amirul Mukminin Umar bin Khathab RA membentuk tim kecil yang terdiri dari enam orang sahabat yang masih tersisa dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga ditambah Abdullah bin Umar. Tim bertugas memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah. Batas waktu hanya tiga hari, terhitung sejak meninggalnya Umar.

Tim kecil yang terdiri dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin bin Abi Waqqash, dan Abdullah bin Umar –Radhiyallahu ‘Anhum– ini pun bersidang. Zubair memberikan suaranya kepada Ali. Sa’ad memberikan suaranya untuk Abdurrahman. Sedangkan Thalhah menyerahkan suaranya kepada Utsman. Adapun Ibnu Umar, dia tidak mempunyai hak memilih dan dipilih.

Calon khalifah mengerucut pada tiga orang; Utsman, Ali, dan Abdurrahman. Tetapi, Abdurrahman mengundurkan diri, sehingga kandidat pun tinggal Utsman dan Ali. Anggota tim sepakat menyerahkan finalisasi urusan pemilihan khalifah ini kepada Abdurrahman. Baca lebih lanjut

Darul Arqam Dasar : Rumahku

Tim Instruktur Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Tim Instruktur Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Lima belas abad yang lalu, saat Muhammad diutus oleh Allah SWT sebagai Nabi terakhir. Masyarakat arab yang pada zamannya tenggelam dalam paganisme dan bentuk kejahiliaan lainnya. Para penguasa Quraisy dengan sewenang-wenang membangun peradaban diskriminatif yang diselimuti kekufuran, hingga Rasulullah tampil sebagai Revolusioner dengan pengetahuan agung Al Qur’an sebagai wahyu Ilahi. Lewat dakwah tauhid lahirlah gerakan massif yang membebaskan, mencerdaskan, mencerahkan dan memuliakan umat manusia. Betapapun sulitnya menyampaikan kebenaran Islam dan mengenyahkan kebathilan, namun Rasulullah bersama sahabat yang sedikit jumlahnya, teguh dalam persaudaraan aqidah Islam yang mulia.

Baca lebih lanjut

Rangkuman Patologi Sosial

Untitled-1

1.     Sigmunt Freud (1856-1939)

Perilaku menyimpang ditandai oleh adanya pola-pola kepribadian yang inadekuat disertai dengan pengalaman-pengalaman atau konflik-konflik ketidaksadaran antara komponen-komponen kerpibadian id, ego dan superego.

 2.      Kartino Kartono

Patologi Sosial adalah semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.

 3.      St. Vembriarto (1981)

Bahwa studi patologi social memilki fase-fase tersendiri. Adapun perkembangan patologi sosial ada melalui tiga fase yaitu masalah sosial, Disorganisasi sosial, dan fase sistematik.

 4.      Dollard

Penyimpangan perilaku disebabkan oleh adanya agresi sebagai akibat rasa frustasi yang muncul karena ketidakpuasan dalam diri seseorang.

 5.      C.C. North

Dalam usaha pencapaian tujuan dan sasaran hidup yang bernilai bagi satu kebudayaan atau satu masyarakat, harus disertakan etik social guna menentukan cara pencapaian sasaran.

 6.      Koe Soe Khiam (1963)

Patologi sosial adalah suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok atau yang merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota-anggotanya, akibatnya pengikatan sosial patah sama sekali.

  7.      Soejono Soekanto

Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kelompok sosial.

 8.      Blummer (1971) dan  Thampson (1988)

Menyatakan bahwa masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh, yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama.

“Psikopat – Psycho atau Sosiopatik = Anti Sosial. Psikopat adalah seseorang yang dapat memutarbalikan/ menyembunyikan fakta, alibi dan tidak mempunyai rasa bersalah/ malu atau penyesalan sama sekali atas suatu perilaku merugikan yang dilakukan oleh dirinya, terkesan cerdik, smart (pintar), pandai mengelak, manipulatif dan jago berargumentasi melalui artikulasi berbahasa saat melakukan suatu kejahatan yang sempurna dalam bentuk penubunuhan fisik atau psikologis”

REFERENSI :

Taufik Winarmo. Makalah  : Sejarah Patologi Sosial.

Kartono, Kartini. 2003. Patologi Sosial. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Terry Irenewaty, M.Hum. Patologi Sosial Dan Masalah Sosial

 

Jalan-jalan di Yogyakarta

529686_2806414178121_541508169_n

Assalamu alaikum wr wb,

Sebulan yang lalu ketika melakukan perjalanan pulang dari Sumatera Utara, saya menyempatkan untuk berkunjung ke kota wisata Yogyakarta, perjalanan panjang dengan menantang pulau Jawa memberikan banyak pengalaman hidup. Iya, bagiamana tidak hidup di pulau Jawa tidaklah semudah hidup dikampung halaman. Penduduk yang padat dan aktivitas yang sibuk menjadi pemandangan biasa di beberapa kota besar yang sempat saya kunjungi seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Tulisan ini akan sedikit memberikan gambaran kota Yogya berdasarkan pengalaman dan beberapa sumber lainnya.

Siapapun tentu mengenal Yogyakarta, kota pelajar dan budaya yang berada di tengah pulau Jawa. Yogakarta adalah ibukota DIY yang ternyata satu-satunya daerah  tingkat II yang berstatus kota. Untuk berkunjung ke kota ini kita bisa menempuh penerbangan lewat bandara Adi Sucipto, juga bisa dengan kereta api jika kita berdomisili di daerah Jawa. Tapi ketika kesana, saya bersama teman-teman memilih menggunakan Bus darat lewat jalur pantura yang berangkat dari Terminal Pulo Gadung Jakarta. Berikut menu jalan-jalan yang menurut saya menarik jika anda bermaksud berkunjung ke Yogyakarta ; Baca lebih lanjut

Manajemen, Administrasi dan Kesekretariatan

Parepare, 16 Juni 2012

Asslamu alaikum wr wb, salam progres intelektual !
Manajemen, administrasi atau kesekretariatan tentunya sangat sering kita dengar. khususnya bagi mereka yang bergelut di organisasi, meniscayakan kita untuk berkenalan dengan ketiga istilah tersebut. Berikut saya akan mengulasnya dalam sebuah pemaparan yang padat. Iya, karena rangkuman dari berbagai literatur dan sumber. Materi ini sempat saya bawakan pada salah satu Latihan kepemimpinan mahasiswa, jadi harap maklum modelnya mirip Bahan ajar gitu..berikut pembahasannya,

Baca lebih lanjut

Disebuah Desa

Menikmati suasa di Desa bersama anak-anak

Menikmati suasa di Desa bersama anak-anak

Pernahkah anda tinggal didesa? yang dikeliling gunung dan pemandangan yang serba hijau. udaranya sejuk bahkan mencapai 20′ Celcius sehingga membuat badan kita menggigil dan malas mandi.
Pernahkah anda tinggal didesa? yang sangat terpencil jauh dari perkotaan dan keramaian, jalannya bebatuan tak diaspal tapi kalau hujan rawan lonsor dan becek.Saya pernah tinggal didesa yang sungguh memberikan banyak pelajaran, tentang kederhanaan “Tidak ada Sinyal untuk HP”, tentang ketenangan “Tidak ada suara bising kendaraan”, tentang penderitaan “Jalan kaki berkilo-kilo jauhnya”, tentang segala hal disebuah desa yang bernama Buntu Batuan “Puncak Gunung”. Diatas adalah wajah saya ketika tinggal didesa bersama kepala desa dan pak dusun. Berikut Profilnya..

Baca lebih lanjut

Birokrasi, Gerakan Abad Ke-2 Muhammadiyah

Aku melihat antrian panjang disudut kampus ini, sebuah pemandangan rutin dipenghujung semester setiap tahunnya. Mereka (mahasiswa) berbaris berkelompok menunggu pengambilan surat keterangan untuk mengikuti Final semester sebagai salah satu rangkaian akademik. Mereka menunggu dengan perasaan gerah dan bosan, bagaimana tidak pelayanan kampus belum mampu menunjukkan kredibilitasnya menyesuaikan diri dengan peningkatan statistik mahasiswa secara kuantitas.

Untuk mendapat pelayanan dari biro yang bersangkutan, mereka mesti memperlihatkan kartu rencana studi (KRS), bukti pembayaran terakhir (SPP/DPK) dan Dokumen atau kwitansi pembayaran lainnya sebagai bukti kemahasiswaan. Ini merupakan upaya menciptakan atmosfir manajemen administrasi yang sistematis yang sebenarnya bertujuan untuk memudahkan semua pihak. Namun realitas banyaknya mahasiswa yang mengalami kecelakaan dalam menginventarisir dokument tersebut harus dipusingkan untuk mencari salinan yang cukup sulit dan kadang dipersulit.

Baca lebih lanjut

Pembelajaran Dan Pengembangan Kurikulum

Kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh setiap guru, selalu bermuara pada komponen-komponen pembelajaran yang tersurat dalam kurikulum. Pernyataan ini, didasarkan pada kenyataan bahwa kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan oleh pada guru merupakan bagian dari pendidikan formal yang syrat mutlaknya adalah adanya kurikulum sebagai pedoman. Dengan demikian, guru dalam merancang program pembelajaran maupun melaksanakan proses pembelajaran akan selalu berpedoman pada kurikulum.

Guru dapat dikatakan sebagai pemegang peran penting dalam pengimplementasian kurikulum, baik dalam rancangan maumpun dalam tindakannya. Oleh karena itu, sudah selayaknya seorang calon guru dikenalkan dengan kurikulum yang akan banyak digaulinya pada saatny nanti. Pengenalan terhadap kurikulum tersebut, tidak saja terbatas pada pengertian kurikulum saja, lebih dari itu yang penting adalah berkenaan dengan pengembangan kurikulum.
Kurikulum dan Landasan Pengembangan Kurikulum
1. Pengertian Kurikulum
a) Kurikulum sebagai jalan meraih ijazah. Seperti kita ketahui bersama, kurikulum merupakan syarat mutlak dalam pendidikan formal.
b) Kurikulum sebagai mata dan isi pelajaran.
c) Kurikulum sebagai rencana kegiatan pembelajaran.
d) Kurikulum sebagai hasil belajar
e) Kurikulum sebagi pengalaman belajar.

2. Landasan pengembangan kurikulum
Kurikulum merupakan wahana belajar-mengajar yang dinamais sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat.
Agar pengembangan kurikulum dapat berhasil sesuai dengan yang diinginkan, maka dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan-landasan pengembangan kurikulum. Landasan program dan pengembangan kurikulum merupakan contoh adanya landasan-landasan pengembangan kurikulum, yang acapkali disebut sebagai determinan (factor-faktor penentu) pengembangan kurikulum.
a) Landasan Filosofis
b) Landasan Sosial Budaya Agama
c) Landasan Ilmu pengetahuan Teknologi dan seni
d) Landasan Kebutuhan Masyarakat

Komponen Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
1. Komponen Kurikulum
Komponen-komponen kurikulum sebelumnya yakni komponen kurikulum yang terdiri dari : tujuan, materi/pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi.
a. Tujuan
sebagai sebuah komponen kurikulum merupakan kekuatan-kekuatan fundamental yang peka sekali, karena hasil kurikuler yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi gentuk kurikulum, tetapi memberikan arah dan focus untuk seuruh program pendidikan.
b. Materi/pengalaman belajar.
Hal yang merupakan fungsi khusus dari kurikulum pendidikan formal adalah memilih dan menyusun isi (komponen kedua dari kurikulum0 supaya keinginan tujuan kurikulum dapat dicapai dengan cara paling efektif dansupaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalurnya dapat disajikan secara efektif
c. Organisasi.
Perbedaan antara belajar di sekolah dan belajar dalam kehidupan adalh dalam halpengorganisasian secara formal di sekolah. Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemikian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan.
d. Evaluasi.
Evaluasi merupakan komponen keempat kurikulum, mungkin merupakn aspek kegiatan pendidikan yang dipandang paling kecil. Evaluasi kurikulum secara luas tidak hanya menilai dokumen tertulis, tetapi yang lebih penting adalah kurikulum yang diterapkan sebagai bahan-bahan fungsional dan lingkungan. Adapun peran evaluasi dalam kurikulum secara keseluruhan, baik evaluasi belajar siswa maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran, dapat digunakan sebagai landasan pengembangan kurikulum.